Buka : 06.30 - 22.00
0811 2953 081 | 0819 1555 0847 | 0812 2794 4404 | 0817 7044 0340

Gedung Agung Yogyakarta, Istana Negara Yang Penuh Torehan Sejarah 5/5 (1)

Jika anda berkunjung ke Malioboro Yogyakarta tidak ada salahnya jika menengok di sudut ujung jalan yang selama ini kurang diperhatikan secara seksama. Disana terdapat sebuah gedung putih dengan taman yang bersih dan sepi. Mungkin sebagian orang penasaran dengan keberadaan bangunana tersebut.

Sebenarnya bangunan itu adalah Gedung Agung Yogyakarta atau Istana Negara yang menyimpan banyak cerita sejarah dan hingga kini masih difungsikan sebagai Istana Kepresidenan. Pada akhir tahun 2017 lalu, gedung ini cukup dikenal karena Bapak Presiden Joko Widodo beserta keluarga menempati gedung itu untuk menghabiskan malam tahun barunya di Jogja.

Sejarah Berdirinya Gedung Agung

gedung-agung-yogyakarta

Sumber foto IG @istanakepresidenanyogyakarta

Sejarah pembangunan Gedung Agung ini ada dua versi yaitu yang pertama menyatakan bahwa gedung ini mulai dibangun pada 1755 bersamaan dengan pembangunan kraton Yogyakarta Hadiningrat. Sedangkan versi yang kedua yaitu dibangun pada bulai Mei 1824 saat residen Anthonie Hendriks Smissaert sedang menjabat. Arsitektur bangunan ini adalah ide dari AAJ Payen yang merupakan guru seni lukis Raden Saleh yang kala itu ditunjuk langsung oleh Gubernur.

Pada 3 Januari 1946 terjadilah agresi militer yang memaksa presiden Soekarno beserta keluarga pindah untuk sementara waktu ke Yogyakarta dan menempati Gedung Agung sebagai kediamannya hingga kondisi Batavia aman kembali. Semenjak itu gedung Agung dijadikan sebagai Istana Kepresidenan.

 

Kondisi Gedung Agung

gedung-agung-jogja

Sumber foto IG @istanakepresidenanyogyakarta

Pada halaman depan di dekat Serambi Gedung Agung terdapat arca batu kuno yang memiliki ketinggian 3,5 meter. Masyarakat Yogyakarta menyebutnya dengan Julukan Patung lilin karena jika dilihat dari kejauhan Nampak seperti lilin besar. Di bagian utara dan selatan terdapat dua  ruang tamu yang diberi nama ‘Soedirman’ untuk ruang tamu Selatan dan ‘Diponegoro’ untuk ruang tamu bagian utara. Disebut ruang ‘Soedirman’ karena di ruangan itulah panglima Soedirman memohon kepada presiden Soekarno untuk memimpin perang gerilya melawan para penjajah Belanda.  Di ruangan tersebut juga terpampang beberapa lukisan dan patung Panglima Soedirman yang terbuat dari perunggu.

Di Gedung Agung tersimpan sekitar 50 arca batu kuno yang berasal dari penemuan-penemuan di sekitar wilayah Yogyakarta. Arca-arca tersebut awal mulanya dikumpulkan oleh residen Belanda dan ditempatkan di Benteng Vredenburg. Namun saat ini dirawat dan dilestarikan di sudut belakang Gedung Agung. Gedung ini merupakan Istana Kepresidenan yang paling kecil jika dibandingkan dengan Istana Kepresidenan yang lain.

 

Fakta Sejarah Keberadaan Gedung Agung

gedung-agung

  • Pernah menjadi Ibukota Republik Indonesia

Pada tahun 1946, tepatnya pada tanggal 3 Januari Presiden Pertama RI Soekarno dan Mohammad Hatta beserta keluarga dijemput dari Jakarta dan dibawa ke Jogja secara diam-diam. Karena pada waktu itu Indonesia dalam keadaan genting. Meski sudah merdeka namun keberadaan tentara NICA Belanda masih mengusik Negara Kedaulatan Republik Indonesia yang sudah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Banyak tokoh-tokoh pejuang yang tak luput dari teror serta ancaman Belanda, diantaranya Menteri Sutan Sjahrir, Menteri Keamanan Rakyat Amir Sjarifudin, Mohammad Roem (Ketua Komite Nasional Indonesia) dan masih banyak tokoh-tokoh lainnya. Ancaman yang dilakukan tentara NICA Belanda tidak hanya berupa teror kata-kata, melainkan tembakan peluru yang beberapa diantaranya ditujukan ke tokoh-tokoh nasional Indonesia pada waktu itu.

Dengan kekacauan yang terjadi di Jakarta, maka perpindahan ibukota tersebut sangat penting dilakukan. Sri Sultan Hamengku Buwono X menyarankan kepada Presiden Soekarno untuk memindahkan pusat ibukota RI ke Yogyakarta. Hal tersebut terjadi pada tanggal 2 Januari 1946. Dan pada tanggal 6 Januari 1946, Yogyakarta resmi menjadi ibukota pemerintahan Indonesia sementara.

  • Tempat Lahir Presiden Kelima Republik Indonesia

Setelah kepindahan pusat pemerintahan Indonesia, Fatmawati istri dari Presiden Soekarno hamil dan kemudian melahirkan seorang putri pada tanggal 23 Januari 1947 di Gedung Agung yang bernama  Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri atau lebih populer dengan nama Megawati Soekarnoputri.

  • Memiliki Perpaduan Arsitektur Gaya Lokal dan Gaya Eropa

Gedung Agung Yogyakarta ini dibangun di atas tanah yang sangat luas, yakni sebesar 4,2 hektar. Lokasi Gedung Agung berseberangan dengan bekas benteng VOC Vredenburg. Arsitektur campuran ini bisa dilihat dari beberapa patung raksasa setinggi 2 meteran yang diambil dari Candi Kalasan dan juga ornamen-ornamen lainnya. Arsiteknya yakni A.A.J Payen (Guru Lukis Raden Saleh), diprakarsai oleh Anthony Hendriks Smissaerat sebagai Residen Yogyakarta ke-18 dan mulai dibangun pada bulan Mei 1824.

  • Saksi Bisu Sejarah Perjuangan sejak Abad 18

th 1823-1824 : Gedung Agung dibangun
th 1825-1830 : Pembangunan Gedung ditunda karena ada perang Jawa / Perang Diponegoro
th 1867 : terjadi gempa bumi dan gedung tersebut ambruk
th 1869 : gedung dibangun kembali
th 1927 : gedung tersebut dijuluki Loji Gubernur atau Gubernuran, karena status administrasi Yogyakarta berubah dari Karesidenan menjadi Provinsi
th 1942 – 1945 : Menjadi kediaman Koochi Zimmukyoku Tyookan (Petinggi Jepang di jaman penjajahan)
th 1946-1949 : ibukota pemerintahan Republik Indonesia
th 1947 : Pelantikan Jenderal Sudirman sebagai Panglima Besar TNI dan Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia
th 1972 : Resmi sebagai Istana Kepresidenan RI
th 1998 : Dibuka untuk umum namun harus dengan mengajukan surat permohonan kunjungan.
Th 2014 : Dibuka untuk umum hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP)

 

Lokasi 

Gedung Agung Yogyakarta ini terletak di sudut jalan Malioboro yang berdekatan dengan museum Vredeburg dan Pasar Beringharjo  atau dekat titik nol km Yogyakarta. Akses menuju lokasi ini sangat mudah karena berada di pusat kota sehingga dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi, kendaraan umum seperti bus transjogja atau bisa juga dengan sewa mobil.

Alamatnya : Jalan Ahmad Yani No. 3, Ngupasan, Gondomanan, Daerah Istimewa Yogyakarta

 

Fasilitas, Waktu Buka dan Tiket Masuk

istana-kepresidenan-jogja

Fasilitas yang tersedia di Gedung Agung antara lain :

  • Tempat parkir yang luas
  • Ruang Pertunjukan
  • Ruang Pertemuan
  • Perpustakaan
  • Mushola
  • Toilet

 

Waktu buka untuk kunjungan yakni :

  • Setiap Senin – Sabtu pada pukul 09.00 – 15.00 WIB
  • Minggu dan hari Libur Nasional tutup

 

Tiket masuk Gedung Agung Yogyakarta gratis / tidak dipungut biaya. Anda bisa langsung berkunjung dengan menunjukkan surat identitas. Apabila Anda membawa rombongan besar seperti study tour sekolah, Anda bisa mengajukan surat permohonan kunjungan terlebih dahulu untuk koordinasi supaya semuanya bisa nyaman dan tidak terjadi antrian.

Bagi temen-temen yang ingin mengunjungi Gedung Agung, penulis pesan untuk selalu mentaati tata tertib yang berlaku, selalu jaga kebersihan serta sopan santun. Semoga sedikit artikel ini bisa menggambarkan sejarah panjang keberadaan Gedung Agung.

Happy Travelling & Selalu Jaga Kesehatan..

Please rate this

Tentang Kami
JOGJA EMPAT RODA adalah perusahaan jasa di bidang rental mobil, rental motor dan paket wisata di Jogja. Berdiri sejak tahun 2009, kami siap memberikan service terbaik untuk Anda. Hubungi kami di nomer telepon: 0819 1555 0847 | 0812 2794 4404 | 0851 0604 2220.

Leave a Reply

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Thanks!

WA CS 2

Rental Mobil Jogja

WA CS 1

Telp